SolusiProperti.Com-Dan sampai saat ini belum juga ada lonjakan atau pun penurunan permintaan kredit pemilikan rumah (KPR) jelang yang efektif berlakunya aturan DP minimal akan menjadi 30% pada 15 Juni 2012. Dampak kenaikan DP dirasakan oleh pengembang maupun perbankan diprediksi mulai terasa di September mendatang atau tiga bulan ke depan.

 

VP Consumer and Retail Landing PT Bank Negara Indonesia Tbk, Indrastomo Nugroho menuturkan, statistik booking pembelian rumah secara kredit tercatat masih normal. 
 
Pada bulan Juli hingga Agustus, masyarakat tengah menghadapi bulan Ramadhan dan Hari Raya Lebaran. Hingga kecenderungan transaksi pembelian rumah menurun, karena dana lebih banyak terpakai untuk kebutuhan dua perayaan tersebut.
 
"Kita bisa lihat, Juli, Agustus ini menjelang Lebaran. Biasanya secara tren memang turun, namun bisa bias. Apa karena impact DP atau memang karena lebaran," katanya.
 
"Karena jelang perayaan, booking turun hanya 70% dari rata-rata bulanan transaksi di BNI. Jadi baru benar-benar baru tahu impact-nya mungkin di September," tambah Indrastomo.
 
Namun, ada kebiasaan masyarakat yang menarik. Menjelang Hari Raya Lebaran booking pembelian rumah menurun. Namun sesaat sebelum hari H, angkn pembelian mengalami peningkatan meski tidak sebesar bulan-bulan sebelumnya.
 
"Kalau satu bulan sebelum turun, sekitar 70% dan menjelang Lebaran naik lagi sekitar 80%-90%. Mungkin karena mau Lebaran orang ingin punya rumah," ucap Indrastomo.
 
Bank Indonesia (BI) percaya kebijakan rasio loan to value (LTV) untuk KPR bank konvensional dan batas uang muka (DP) untuk kepemilikan rumah tidak akan menghambat bisnis properti. 
 
Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI, Perry Warjiyo menuturkan, bank memiliki aturan pembiayaan lebih ketat daripada di lembaga pembiayaan, sehingga dengan peraturan pembatasan uang muka tersebut akan mengatur bisnis pembiayaan menjadi lebih terjaga.
 
Dampak kenaikan DP menjadi 30% pun tidak dapat diketahui segera, mengingat masyarakat sebentar lagi siap menghadapi bulan Ramadhan dan Hari Raya Lebaran. Pada periode ini, transaksi pembelian rumah cenderung turun. Masyarakat lebih sibuk menghadapi momen Ramadhan.[sr]